Pesta Reba Ngada
Penguatan Kolaborasi Melalui Pembinaan Statistik Sektoral Terintegrasi untuk Penyediaan Data Berkualitas dan Berkelanjutan di Kabupaten Ngada
Data & InsightOPD Penyedia data statistik sektoral
28
Data Statistik Sektoral
132
Program & Kebijakan Sektoral
46
Insight Data Strategis BPS
9
Kolaborasi bersama:
Tentang Pesta Reba Ngada
Portal Pesta Reba Ngada merupakan media pembinaan dan pengumpulan data statistik sektoral dari OPD, yang terintegrasi dengan penyediaan insight indikator strategis Kabupaten Ngada.
Data & Insight Indikator Strategis
Kumpulan Konsep, Insight, dan tautan data Indikator Strategis Kabupaten Ngada secara berkala.
Pertumbuhan Ekonomi
Konsep:
Laju pertumbuhan ekonomi dihitung berdasarkan perubahan PDRB atas dasar harga konstan tahun yang bersangkutan terhadap tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai pertambahan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua lapangan usaha kegiatan ekonomi yang ada di suatu wilayah selama kurun waktu tertentu.
Insight:
Penjelasan Data:
- Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ngada tahun 2025 sebesar 4,28 persen. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan tahun 2024 (3,67 persen).
- Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ngada Triwulan IV tahun 2025 sebesar 5,85 persen. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan dengan Triwulan III Tahun 2025 sebesar -2,68 persen.
Rekomendasi Kebijakan:
Untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi perlu memperhatikan peningkatan produksi pada beberapa kategori lapangan usaha yang mempunyai kontribusi yang besar dalam perekonomian Kabupaten Ngada seperti:
- Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: perlu ada kebijakan untuk meningkatkan produksi pada beberapa komoditas seperti tanaman pangan, perkebunan, perikanan, dan peternakan, misalnya dengan memberikan bantuan pupuk dan alat pertanian, mengendalikan penyebaran virus pada ternak dan hama pada tanaman, perbaikan irigasi pada persawahan.
- Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan: meningkatkan realisasi APBD khususnya pada belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja bantuan sosial, dan belanja modal.
- Lapangan Usaha Konstruksi: mendorong pembangunan berbagai infrastruktur baik yang dilakukan oleh sektor swasta maupun pemerintah.
- Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan dan output dari program dan kebijakan terkait ekonomi yang telah dilaksanakan setiap triwulan.
Kemiskinan
Konsep:
Kemiskinan adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan). Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah Garis Kemiskinan (GK)
Insight:
Penjelasan Data:
- Persentase penduduk miskin di Kabupaten Ngada menurun dari 11,87% (2024) menjadi 11,22% (2025).
- Angka tersebut masih lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 8,47%.
Rekomendasi Kebijakan:
- Perkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan koperasi lewat pelatihan, permodalan mikro, dan akses pasar.
- Melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui peran aktif Aparat Desa/Kelurahan dan Pendamping PKH agar program intervensi Pemerintah Pusat dan Daerah lebih tepat sasaran.
- Perluas bantuan produktif seperti modal, benih, dan alat usaha bagi rumah tangga prasejahtera untuk meningkatkan pendapatan.
- Tingkatkan akses layanan dasar dengan memperbaiki infrastruktur pendidikan dan kesehatan, khususnya di wilayah pedesaan.
Inflasi
Konsep:
Inflasi adalah suatu kondisi di mana terjadi kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam suatu periode waktu tertentu. Inflasi month to month artinya membandingkan perubahan harga periode bulan berjalan dengan bulan sebelumnya. Inflasi year on year artinya membandingkan perubahan harga pada bulan berjalan di tahun berjalan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya.
Insight:
Penjelasan Data:
- Inflasi month to month Februari 2026 sebesar 0,04 persen, menunjukkan adanya kenaikan harga secara umum namun dalam angka yang sangat kecil dibandingkan bulan sebelumnya.
- Inflasi year on year Januari 2026 sebesar 3,22 persen, menunjukkan adanya kenaikan harga pada Februari 2026 dibandingkan harga pada bulan Februari 2025.
Rekomendasi Kebijakan:
- Melakukan pengawasan terhadap komoditas yang memberikan andil yang besar terhadap inflasi.
- Komoditas yang dominan memberikan andil Inflasi year on year Februari 2026, antara lain: tarif listrik; beras; ikan cakalang/ ikan sisik; bawang merah; ikan ekor kuning; besi beton; bahan bakar rumah tangga; sigaret kretek tangan (skt); daging ayam ras; ikan kembung/ikan gembung/ ikan banyar/ikan gembolo/ ikan aso-aso; kelapa; telur ayam ras; sigaret kretek mesin (skm); ikan tongkol/ ikan ambu-ambu; minyak goreng; garam; ikan tuna; angkutan udara; pembalut wanita; dan nasi dengan lauk.
- Komoditas yang dominan memberikan andil Inflasi month to month Februari 2026, antara lain: beras; cabai rawit; tomat; kangkung; dan pembalut wanita.
- Meningkatkan distribusi barang dan jasa agar tidak terjadi kelangkaan untuk komoditas.
- Meningkatkan produksi komoditas lokal terutama komoditas pertanian agar harga dan ketersediaan di pasaran dapat terkendali.
- Selalu melakukan koordinasi dengan Dinas Perindag dan Bulog terkait perkembangan harga yang terjadi.
Jumlah Penduduk
Konsep:
Kepadatan Penduduk (Population Density) adalah banyaknya jumlah penduduk untuk setiap kilometer persegi luas wilayah.
Insight:
Penjelasan Data:
- Terdapat ketimpangan distribusi penduduk yang signifikan antarkecamatan.
- Kecamatan Bajawa paling padat (~380 jiwa/km²), diikuti Golewa dan Golewa Barat — mencerminkan pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi.
- Wilayah seperti Wolomeze dan Riung Barat memiliki kepadatan sangat rendah (<50 jiwa/km²), menunjukkan pengaruh kondisi geografis dan keterbatasan aksesibilitas.
Implikasi dan Rekomendasi Kebijakan:
- Ketimpangan ini perlu dijadikan dasar dalam perencanaan pemerataan pembangunan, terutama dalam penyediaan infrastruktur dan layanan dasar.
- Prioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan di kecamatan dengan kepadatan rendah untuk meningkatkan daya tarik pemukiman dan pertumbuhan ekonomi.
- Mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di wilayah kurang padat seperti pertanian, peternakan, atau pariwisata alam untuk menyebarkan pusat-pusat pertumbuhan.
- Meningkatkan ketersediaan akses listrik dan internet di wilayah kecamatan yang kurang padat untuk membuka potensi aktivitas ekonomi digital dari investor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
- Memastikan penduduk sudah memiliki Kartu Keluarga dan KTP elektronik, serta mempermudah akses masyarakat untuk melakukan pemutakhiran data kependudukan.
- Membuat kebijakan terkait pemutakhiran data domisili penduduk dengan data identitas kependudukan (Kartu Keluarga dan KTP).
Layanan
Perpustakaan
Publikasi statistik dari berbagai kategori: kependudukan, sosial, ekonomi, pertanian, dan lainnya.
Cari Pustaka
Portal Kabupaten Ngada
Portal resmi Pemerintah Kabupaten Ngada untuk informasi, pengumuman, dan layanan digital.
Lihat PortalRekomendasi Statistik
Untuk instansi pemerintah yang akan melakukan survei atau mengajukan rekomendasi kegiatan statistik.
Minta Rekomendasi
Indah
meningkatkan literasi data dan value of statistics serta mendukung interoperabilitas data dan kolaborasi eksplorasi terhadap data.
Lihat Indah
Sirusa BPS
Temukan Metadata Statistik instansi penyelenggara kegiatan statistik di seluruh Indonesia!
Lihat Metadata
Warkop BPS
platform yang menyediakan berbagai menu pembelajaran yang dapat dipilih oleh pengguna.
Lihat Pelatihan